Home » » Ini Wilayah Tambang di Tengah Papua yang Menjadi Rebutan Asing

Ini Wilayah Tambang di Tengah Papua yang Menjadi Rebutan Asing

ilstrsi Tembaga Papua
Yogyakarta : Lebih banyak orang mengenal Papua karena kekayaan alamnya. Salah satunya adalah kekayaan tambang bawah tanah. Kekayaan alam yang melimpah di Papua  membuat banyak pihak berebut.

Demianus Nawipa, Mahasiswa Papua Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menuturkan, di wilayah tengah Papua ada beberapa titik kawasan emas. Kawasan-kawasan ini menjadi rebutan  negara-negara asing saat ini.

"Ada sekitar tujuh wilayah yang sedang direbut. Semua ada di sekitar wilayah tengah Papua," tutur Demianus, siang tadi, Rabu, (11/12/13).

Kata dia, pertama sesar sungkup Weyland. Weyland adalah nama seorang ekpedisi yang pertama menemukan gunung ini, yaitu Dr.Weyland. Gunung berada di Kabupaten Dogiyai dan warga setempat menyebutnya Kobouge. 

Kedua, batuan metamorfik Degeuwo & Sungai Degeuwo/sesar Degeuwo. Ini adalah tambang di  sepanjang sungai Degeuwo yang saat ini berada di antara Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire. Wilayah ini sejak lama telah terjadi konflik.

Ketiga, areal PT. Freeport Indonesia di Tembagapura. Wilayah dikuras PT Freeport sejak Kontrak ditandatangi antara Pemerintah Indonesia dan Amerika pada tahun 1967 silam. Ia berada di wilayah Kabupaten Mimika.

Kelima, Danau Paniai. Danau Paniai adalah sebuah danau yang terletak di Kabupaten Paniai. Danau Paniai yang kesohor memiliki panorama alam yang rancak, alami, dan terawat dengan baik.

Keindahan Danau Paniai diakui oleh utusan dari 157 negara ketika berlangsungnya Konferensi Danau Se-Dunia yang dihelat di India pada tanggal 30 November 2007. Luas Danau Paniai mencapai 14.500 hektar dan terletak di daerah ketinggian, yaitu sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (dpl)

Keenam, Lembah Kamuu dan Tigi. Kata dia, wilayah ini juga terdapat kandungan mineral. Ia berada di Kabupaten Dogiyai dan Deiyai. Di Lembah Kamuu, sepanjang April hingga 21 Juli 2008 lalu menelan korban meninggal 72 orang dewasa dan anak-anak akibat wabah kolera. Dicurigai, wabah kolera sengaja dilakukan oleh salah satu negara asing  untuk kepentingan sumber daya alam di sana.

Ketujuh, kata dia, lingkaran garis merah kawasan Salju Abadi, Carstensz Pyramid. Nama Cartensz diambil dari penemunya, John Carstensz yang menyaksikan adanya puncak gunung yang tertutup oleh Es di negara ekuator. Warga setempat menyebutnya

"Ini hasil riset saya," ujar Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jurusan Geologi ini.


sumber: http://majalahselangkah.com/

1 komentar:

Pengikut

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catatan Anak Jalanan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger