Home »
Puisi
» Surat untuk “Lukas Enembe” "peart 2"
Dengan hormat,
Berhunguna
dengan sepucuk surat ini, saya melontarkan salam hangat kepadamu
pemimpin yang bekerja bagi negara Indonesia, mohon maaf bagi saya
negara Indonesia itu negara penjajah diatas tanah papua.
Dari
jauh kota kolonial Indonesia saya ingin menulis surat ini sebagai tanda
benciku, kritikku padamu Bapak Lukas Enembe.
Saya melihat
engkau hanya hadir di layar tv, saya membaca namamu di media Harian
Tabloid Jubi dan media lainnya, saya melihat kata manis dan pahit di
media massa.
Engkau di kenal setelah engkau di jubai
dengan baju putih seperti malaikat yang bekerja dan mengapdi untuk
rakyat, mensejatrakan rakyat, dan membangun rakyat dan tanahmu sendiri
di papua.
Sebelumnya telah engkau menjanjikan banyak hal
tentang rakyat dan juga tanahmu, hari ini engkau sedang duduk di kursi
yang penuh dengan berlumuran darah dan kumpulan tulang belulang rakyatmu
yang sengaja di bunuh oleh para penjajah di gedung putih yang terbangun
dan terjejer di dok II port Numbay.
Berkali-kali engkau
menunjukan dua bola mata dan wajahmu di layar tv dengan berbagai
perjanjian yang penuh dengan kebohongan.
Dari kota
kolonial ini saya jujur ,saya kecewa dengan sikapmu, tindakanmu, serta
perilakuanmu. Kini saya ingin mengatakan padamu “kejamnya dirimu
Rakyatmu dan pada orang tuaMu di atas tanah leluhurku”.
Kekecewaanku
hadir ketika engkau sengaja membiarkan rakyatmu di tahan, di pukul
dipenjarakan, bahkan nyawanya di hilangkan di depan kedua kelopak
matamu.
Sering juga saya bertanya, engkau hadir untuk
siapa diatas tanah papua, tanah yang diberkati Tuhan. Jika rakyatmu
engkau biarkan dan dibunuh oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab?,
untuk siapa engkau hadir jika suara rakyatmu engkau bungkam?, apa yang
mau disejatrakan jika pintu demokrasi di tutup? apakah engkau penegak
hukum jika engkau melarang untuk rakyat untuk bersuara?, paintu demokrasi
di papua engkau menutupnya, ada apa di balik itu? apa yang engkau mau
jika semuanya engkau mengacaukan.
Jika saya bilang engkau
pengkhianat, memang betul karena engkau membiarkan rakyatmu di penjara,
di siksa dan di bunuh. Jika saya katakan engkau adalah aktor serta
pemikir utama menjadi teroris memang betul karena engkau memelihara para
pembunuh (TNI/POLRI) dengan modal triliun rupiah di atas tanah papua.
Sampai
kapanpun saya akan ingat namamu Lukas Enembe bahwa engkau adalah
pengkhianat dan pembunuh Orang Asli Papua (OAP) di atas tanahnya sendiri
yakni bangsa west papua.
Sekian!
Salam
Pembebasan
Oleh: Desederius H.J Goo
Penulis
Adalah anggota Aliansi Mahasiswa papua “AMP” yang ingin menentukan
nasip sendiri di atas tanah papua barat sesuai dengan kebenaran sejarah
sang Bintang Kejora.
0 komentar:
Posting Komentar